Tempat Berita Terbaru

Selasa, 06 Februari 2018

Jenis Rumah Yang Paling Digemari Milenial

Jenis Rumah Yang Paling Digemari Milenial

Ajang Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 tak hanya dimanfaatkan oleh mereka yang berduit. Generasi milenial pun tak ingin kehilangan kesempatan untuk mencari hunian dengan harga terjangkau.

Putri Suryani (22) misalnya, tengah mencari hunian bersubsidi lantaran harganya yang paling masuk akal untuk kantongnya saat ini. Bagi dia, lokasi rumah subsidi yang jauh tidak masalah, asal sarana transportasinya memadai.

"Dari pada enggak punya rumah," kata Putri kepada Kompas.com, Sabtu (3/2/2018).

Ia mengaku, tak terlalu muluk dalam menentukan kriteria hunian pertamanya tersebut. Sepanjang fasilitas rumah lengkap, seperti air dan listrik, baginya sudah cukup.

Sementara bagi Feli (27), kemudahan sarana transportasi adalah hal utama yang dicari dalam membeli rumah.

Menurut dia, banyak pengembang yang menawarkan hunian di kawasan Bekasi dan sekitarnya dengan harga terjangkau. Namun dari sisi transportasi umum, masih kurang menunjang.

"Sya lihat Bekasi udah oke, shuttle-nya banyak. Sayangnya akses kereta wassalam banget kualitasnya sekarang. Kan kita enggak bisa ngandelin bus terus," kata dia.

Wanita yang bekerja di kawasan Senayan itu tengah mempertimbangkan mencari hunian di Bogor dan sekitarnya, dengan alasan akses KRL yang lebih manusiawi.

Lain hal bagi Yohanes (25). Ia mencari hunian dengan fasilitas penunjang yang cukup memadai, seperti taman atau jogging track.

"Kalau tidak ada fasilitas penunjang, buat apa dibangun perumahan," kata dia.

Untuk lokasi, juga menjadi salah satu pertimbangan dia dalam menentukan rumah yang ingin dibeli. Namun dengan harga rumah subsidi yang relatif terjangkau, seharusnya fasilitas akses transportasi publik harus dipikirkan pemerintah.

Terlebih, program rumah subsidi merupakan program yang digagas pemerintah untuk mengatasi persoalan masih tingginya angka kebutuhan rumah atau backlog.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2015 lalu, angka backlog masih mencapai 11,4 juta unit.

"Untuk dapat akses yang bagus sekarang itu sudah susah ya. Makanya untuk lokasi saya belum terlalu terpikirkan," kata dia.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

IBX5AA693044252A